Cacing adalah salah satu jenis binatang berukuran kecil, melata, tidak berkaki, tubuhnya bulat atau pipih panjang dan tidak memiliki anggota badan.
Ada berbagai jenis cacing, mulai yang menguntungkan, seperti cacing tanah, hingga yang merugikan yaitu jenis cacing yang hidup di dalam di tubuh hewan dan manusia.
Cacing yang berada di dalam tubuh inilah yang menimbulkan banyak kerugian. Kerugian paling besar adalah berkurangnya zat-zat makanan yang diproduksi untuk perkembangan tubuh.
Untuk mempertahankan hidupnya, cacing memang harus makan. Jika berada di dalam tubuh, cacing akan bertahan hidup dengan memakan semua jenis zat makanan yang ada di dalam tubuh tersebut, seperti darah atau zat-zat makanan lainnya. Itu sebabnya, cacing yang berada di dalam tubuh hewan atau manusia disebut sebagai parasit.
Cacing termasuk dalam hewan invertebrata yang bersifat hermaprodyte alias memiliki kelamin ganda. Dengan demikian, cacing mampu membuahi sesamanya untuk menghasilkan keturunan. Itu sebabnya cacing dapat berkembang biak dengan sangat cepat.
Jika keberadaannya dibiarkan, lama kelamaan jumlahnya akan semakin banyak. Selain dapat mengganggu perkembangan tubuh dari satwa atau manusia ditumpanginya (karena tidak mendapatkan zat-zat makanan yang diperlukan), dalam jumlah tertentu cacing juga dapat menyumbat saluran pencernaan hingga kematian.
Pada satwa yang terinfeksi cacing, ada beberapa gejala awal yang terlihat yaitu : bulu kusam dan berdiri, diare, kehilangan berat badan, lemas, kekurangan cairan (dehidrasi) dan anemia, dan paling mudah bisa dilihat dari kotorannya yang terdapat larva cacing.
Jika jumlah cacing didalam tubuh terus meningkat, racun yang dihasilkannya akan menimbulkan kejang, perut membesar dan mengeras akibat timbunan gas.
Kumpulan dari gejala gangguan kesehatan seperti tersebut diatas disebut sebagai cacingan atau berpenyakit cacing. Cacingan merupakan penyakit khas daerah tropis dan sub-tropis, frekuensinya akan meningkat ketika musim hujan.
Dengan ukuran antara 0,01-0,1 mm, sangat memudah bagi cacing untuk masuk atau menginfeksi semua satwa. Namun ada beberapa jenis satwa yang mudah sekali menderita penyakit cacing, utamanya adalah jenis Ruminansia. Sapi adalah salah satu contohnya.
Masuknya cacing parasit kedalam tubuh sapi, bisa melalui berbagai macam perantara, antara lain lingkungan yang lembab dan kotor. Namun yang paling umum adalah melalui pakan dan air minum yang dikonsumsi. Stres pada ternak sapi terbukti pula dapat meningkatkan jumlah infeksi cacing dalam tubuh.
Dari pakan, cacing bisa menginfeksi tubuh ternak sapi melalui tempat pakan yang tidak pernah dibersihkan, konsentrat yang lembab dan berjamur atau pakan hijauan seperti rumput yang diambil dari tempat yang kotor (kemungkinan mengandung telur/larva cacing).
Sedangkan penularan dengan media air minum, terjadi karena tempat minum yang tidak bersih atau air yang diambil dari sumber yang tidak terjamin kebersihannya misalnya dari sungai atau menggunakan air kolam penampungan yang tidak diolah terlebih dahulu.
Berdasarkan penelitian, diduga bahwa hampir semua sapi yang dipelihara secara tradisional terserang penyakit cacingan. Hal ini tidaklah mengherankan, mengingat terbatasnya sarana dan prasarana kandang, serta pengetahuan yang dimiliki oleh para peternak rakyat tersebut.
Banyak peternak sapi yang mengganggap enteng penyakit cacing, padahal penyebab kematian terbesar pada sapi yang diternakkan pelihara dalam kondisi buruk adalah penyakit ini. Oleh sebab itu perlu dilakukan pencegahan atau pengobatan kepada ternak sapi yang sudah terinfeksi cacing parasit.
Efek yang ditimbulkan oleh infeksi cacing dalam tubuh ternak sapi berbeda-beda, tergantung kepada : Jenis cacing, jumlah cacing yang menyerang, umur sapi yang terserang dan kondisi pakan.
Untuk jenisnya cacing yang bersifat parasit dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan yaitu :
1. Cacing Gilig (Nematoda)
2. Cacing Pita (Cestoda)
3. Cacing Hati (Trematoda)
Sedangkan jenis penyakit cacing yang banyak diderita oleh ternak sapi di Indonesia adalah :
2.Cacing Perut
3.Cacing Paru-paru
(Bersambung.....)
Sumber :
Agan2 yang baik hati semua, saya lagi menjual peternakan saya.Berikut informasi lokasi peternakan saya : Luas peternakan 1.040 m2 Ijin HO, SIUP,... Read more
Kami PT. Tossa Agro, pada awal tahun 2012 merupakan saat dimana kami siap menjual sapi jenis wagyu/s...
Read more