Kotoran sapi yang telah diolah menjadi Pupuk Kandang (kompos) mengandung 3 komponen dasar yaitu :
Litter (kotoran/sampah), yang antara lain terdiri dari sisa-sisa hijauan yang tinggi kandungan karbohidrat, terutama selulosa, dan rendah kandungan nitrogen maupun mineral.
Dalam keadaan dingin, pupuk kandang dari kotoran sapi mengandung 70% - 80% air, 0,3% - 0,06% nitrogen, 0,1% - 0,4% fosfor sebagai P2O5, dan 0,3% - 1,0% potasium sebagai K2O. Komponen-komponen seperti tersebut diatas ternyata sangat berguna sebagai media perkembangbiakan plankton untuk pakan ikan lele.
Ide untuk memanfaatkan kotoran sapi muncul pada saat harga pakan lele terus melambung. Beberapa peternak lele kemudian mencari pakan alternatif dengan mencoba memanfaatkan limbah organik, antara lain kotoran sapi segar dan kotoran sapi yang telah diolah menjadi kompos.
Hebatnya, lele yang diberi pakan organik dari kotoran sapi ini justru memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan lele yang diberi pakan non organik berupa pellet yaitu :
Lantas bagaimana cara menggunakan pupuk kompos kotoran sapi sebagai pakan lele ?. Ada dua jenis penggunaan, yang disesuaikan dengan umur dari lele yang akan diberi pakan yaitu :
1.Untuk benih; Pupuk kompos kotoran sapi diberikan dengan cara dimasukkan kedalam wadah berupa karung goni yang tertutup rapat. Kemudian letakkan karung tersebut ke dalam kolam
2.Untuk lele yang telah berukuran cukup besar (panjang 20 milimeter); pupuk kandang dari kotoran sapi yang akan diberikan harus diolah dulu dengan cara sebagai berikut :
Sumber
Perbandingan molase : bakteri dan kotoran sapi adalah : 2 liter molase : 1 liter probiotik (mengandung bakteri silanace) : 500 kg kotoran sapi
Kami Distributor alat-alat lab, alat Laboratorium, laboratory equipments, Humidifier Ultrasonic, Pelembab Ruangan, laboratory supply, lab supply, path... Read more
Selamat malam, saya ingin bertanya. dimana saya bisa mendapatkan knife scabbard atau sarung pisau un...
Read more