SMD (Sarjana Membangun Desa) adalah program nasional pemberdayaan bagi kelompok peternak sapi, untuk meningkatkan kemampuannya agar mandiri dan mampu mengembangkan usaha budidaya ternak sapi secara berkelanjutan.
Bomberay adalah salah satu wilayah di Fak-Fak yang beruntung mendapat program SMD, senilai Rp.5.040.000.000. Bentuk bantuannya berupa pengadaan 420 ekor sapi, pembangunan kandang berpagar seluas 1 hektar, serta fasilitas pendukung seperti tempat pakan, bak air,obat-obatan atau vaksinasi serta HMT (Hijauan Makanan Ternak) berupa rumput gajah.
Namun sangat disayangkan dalam pelaksanaannya, program ini terkendala beberapa masalah yaitu :
1.Ketersediaan Pakan Ternak Sapi Tidak Mencukupi
Kebutuhan pakan untuk 420 ekor sapi memang tidak sebanding dengan ketersediaan rumput gajah di lahan yang luasnya hanya 1 hektar. Untuk mengatasi masalah tersebut, kelompok tani ternak yang beranggotakan 20 orang ini terpaksa “melanggar aturan”, yakni mengeluarkan sapi-sapi tersebut dengan membagi ke seluruh anggotanya. Setiap anggota kelompok,rata-rata mendapatkan 2 ekor sapi untuk dirawat dan diberi makan di rumahnya masing-masing. Namun ketika akan ada peninjauan, maka sapi-sapi akan segera dikumpulkan lagi di kandang kelompok.
2.Pengelolaan Keuangan Tidak Transparan
Untuk masalah keuangan, anggota kelompok tani ternak menuding Ketua dan sarjana pendamping di kelompoknya kurang transparan, utamanya dalam hal keuangan. Anggota kelompok ini tidak pernah mengetahui kemana dan berapa sisa keuangan kelompok. Menurut mereka, pencairan dana hanya diketahui oleh Ketua dan SMD. Sesuai petunjuk dari SMD, dari dana sebanyak 504 juta untuk setiap kelompok, terbagi untuk beberapa kegiatan, antara lain; 357 juta untuk pengadaan sapi, 50 juta untuk pembuatan kandang, 20 juta Hijauan Makanan Ternak (HMT), 20 juta untuk lembaga (entah apa yang dimaksud dengan lembaga?), 5 juta untuk vaksin, 8 juta untuk pembuatan baik air, 20 juta untuk ikut workshop atau pelatihan di Manokwari, dan 24 juta untuk gaji SMD atau sarjana pendamping.
3.Ketrampilan dan Pengetahuan Tenaga SMD
Tenaga SMD, secara tidak langsung akan menentukan keberhasilan program nasional ini. Oleh sebab itu, fungsi utama dari SMD adalah mendampingi secara fisik kepada kelompok peternak sapi yang menjadi binaannya. Peternak rakyat memang sangat membutuhkan membutuhkan pengetahuan, terutama mengenai budidaya, penyakit ternak, dll. Walaupun pada kenyataannya, tenaga SMD tidak lebih trampil dalam mengurus ternak, karena minimnya pengalaman beternak sapi. Berdasarkan informasi yang diperoleh, dari 10 orang tenaga SMD yang direkrut dalam program ini, memang hanya 3 orang yang memiliki dasar keilmuan peternakan, sisanya adalah sarjana pertanian
4.Ketidakhadiran Tenaga SMD
Terlantarnya program ini, menurut masyarakat juga disebabkan oleh tenaga SMD yang sering absen dalam hal pendampingan. Mereka hanya rajin mendampingi pada saat-saat awal saja. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Bomberay, tetapi juga di kelompok tani ternak lainnya, seperti di kelompok tani ternak “Myristica” di SP 3, Kelompok tani ternak “Maju Sejahtera” di Kampung Onim Sari, serta Kelompok ternak “Mitra Usaha” yang berada di Kampung Bumi Muroh Indah di SP 5, yang sudah lama ditinggal oleh SMDnya.
Menurut mereka, para tenaga SMD ini semestinya dari sejak awal sudah harus menyadari bahwa lokasi peternak yang akan mereka dampingi, berada di lokasi yang cukup lebih dari 150 km dari Kota Fakfak. Mereka wajib memiliki dedikasi yang kuat dan tahan banting. Gaji Rp.2 juta dengan lokasi kerja yang jauh, memang tidak besar. Untuk itu, idealnya seorang SMD harus bermukim di Bomberay agar gajinya tidak habis untuk transportasi.
Atas semua jerih payah yang akan mereka lakukan, setiap tenaga SMD yang tergabung dalam program yang berjalan selama 3 tahun ini, akan mendapatkan gaji Rp. 2 juta per bulan selama satu tahun. Selain itu, mereka akan mendapatkan bagi hasil (jika ada sapi yang berhasil dikembangbiakkan) sebanyak 5 ekor sapi pada tahun kedua dan ketiga. Gaji untuk tenaga SMD ini dibayar oleh kelompok tani ternak yang mereka dampingi. Namun, jika SMD sering mangkir seperti saat ini, apakah mereka tidak malu hanya memakan gaji buta?. Dan lagi, apakah mungkin sapi dapat dikembangbiakkan?. Meski berkembang biak pun, apakah mereka tidak malu untuk meminta bagian dari hasil yang diperoleh?
Sumber : fakfak.info;16/01/2012; "Raport Merah Para Sarjana Pendamping Sapi Di Bomberay"
Bagi saudara yang mungkin membutuhkan suppply sapi, kami peternak sapi dan penggemukan di daerah jombang siap membantu saudara dengan harga yang relat... Read more
Kami PT. Tossa Agro, pada awal tahun 2012 merupakan saat dimana kami siap menjual sapi jenis wagyu/s...
Read more