Beberapa pekan terakhir ini, harga daging sapi memang terus merambat naik. Data terakhir untuk harga daging sapi di wilayah Jawa Barat telah mencapai Rp.70.000 per kilogram.
Demikian juga dengan sapi potong, saat ini harganya sekitar Rp.28.500 per kg hidup, naik cukup signifikan dari bulan Desember 2011 sebesar Rp.25.000 dan pertengahan Januari sebesar Rp.28.000.
Kondisi seperti ini ternyata berpengaruh kepada para peternak sapi perah. Harga susu sapi segar yang tidak pernah naik dari angka Rp.3.100 per kg, serta harga bahan baku pakan yang melonjak hingga 35% dibanding tahun 2010, membuat peternak sapi terpaksa terpaksa harus memilih untuk memotong sapi perah untuk dijual dagingnya, untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
Menurut Sekretaris DPD Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Jawa Barat, Robi Agustiar, Minggu (12/2), sekitar 10 % sapi perah telah dipotong di beberapa sentra produksi seperti Lembang, Tanjungsari, Pangalengan. Akibatnya populasinya terus menurun. Pada akhir tahun 2011, jumlahnya mencapai 91.659 ekor sapi perah. Pada bulan Januari turun menjadi 87.020 ekor. Penurunan populasi ini secara langsung juga menurunkan produksi susu dari 12,6 juta liter menjadi 11,3 juta liter.
Alih fungsi sapi perah untuk diambil dagingnya , selain dilakukan dengan langsung memotong sapi perah yang telah ada, ada juga peternak yang sengaja membeli anak sapi perah (pedet) untuk digemukkan sebagai sapi potong. Jika situasi ini dibiarkan, bukan hanya keberlangsungan peternakan sapi di Jawa Barat saja yang terancam, tetapi juga secara nasional, karena menurunnya prospek usaha sapi perah ternyata terjadi di semua wilayah Indonesia. Menanggapi hal ini, Ketua Umum Dewan Persusuan Nasional, Teguh Boediyana, mengatakan bahwa peternak sapi perah tidak bisa disalahkan. Peternak rakyat hanya memilih kemungkinan usaha yang lebih menguntungkan.
Oleh sebab itu, Dewan Persusuan Nasional mendesak pemerintah untuk mendukung daya saing usaha sapi perah, mulai dari produksi hingga tata niaga. Sedangkan untuk masalah sapi potong, Robi Agustiar meminta pemerintah agar lebih serius melaksanakan program penyelamatan sapi potong betina produktif.
Sumber : pikiran-rakyat.com
M-8 Penggemuk Ternak adalah kultur campuran dari mikroorganisme baik dan menguntungkan yang terdiri dari bakteri lactobacillus sp , bakteri penghasil ... Read more
Saya hendak memulai usaha di bidang peternakan sapi. Bagaimanakah untuk mendapatkan database peterna...
Read more