Di banyak daerah di Indonesia, menggembala adalah tugas rata-rata anak-anak di desa.
Biasa dilakukan setelah pulang sekolah, dari jam satu siang hingga jam lima sore.
Anak yang mengggembala ini biasa disebut sebagai “ cah angon”. Ada beberapa macam kelompok cah angon, ada cah angon wedhus (kambing), cah angon sapi dan cah angon kerbau.
Para penggembala cilik ini biasanya tergabung dalam sebuah kelompok. Sebagai sebuah kelompok mereka mempunyai “pemimpin tidak resmi” masing-masing. Pemimpin kelompok biasanya anak yang paling tua, atau yang badannya besar sehingga dia paling kuat dan ditakuti oleh anggota yang lainnya serta disegani oleh kelompok lainnya.
Sang pemimpin akan menentukan di padang rumput mana hewan-hewan harus digembala tiap harinya, kapan harus berpindah ke padang rumput yang lain, juga harus memutuskan saat untuk menggiring pulang hewan gembalaannya di sore hari.
Khusus untuk kerbau, Cah angon-nya lebih senang mencari makanan di daerah dekat air, bisa juga di bekas tanaman padi yang becek dan berlumpur. Di sore harinya, sekitar jam empat atau jam lima, cah angon kerbau harus memandikan kerbau di sungai, menggosok badan kerbau dengan rumput, juga membersihkan telinga kerbau dengan rumput.
Uniknya, kerbau dapat dijadikan "kawan" bermain, karena hewan ini dapat berenang dan dapat dinaiki. Cara lain adalah dengan menggiring kerbau menyeberangi sungai, kemudian cah angon kerbau akan berpegangan pada buntut kerbau yang paling belakang,seperti sebuah permainan.
Tidak seperti kerbau yang penurut dan kambing yang kecil dan lincah, Sapi tergolong hewan yang beringas. Apabila ada kelompok sapi datang maka otomatis kelompok hewan yang lainnya akan menyingkir,mencari tempat yang lebih aman. Untuk mengurangi keberingasannya, hidung sapi biasanya "dikaluh" (dimasuki tali). Dengan cara ini sapi lebih mudah dikendalikan, karena hidungnya akan tertarik ketika mulai beringas.
Cah angon wedhus adalah kelas penggembala yang paling rendah, mereka harus mengalah apabila sudah ada kelompok cah angon sapi atau kerbau. Akan tetapi cah angon wedhus sangat lincah dan cepat dalam bergerak mencari padang rumput yang lain.
Dalam sebuah kelompok cah angon sering sekali terjadi permasalahan antara satu dengan yang lainnya.Misalnya kalau hewan piaraan memakan tanaman padi, maka siapakah yangharus pergi menuju angonan dan menggiring ke padang rumput?. Seharusnya si pemilik hewanlah yang harus bertanggung jawab, tetapi seringkali anak yang paling kecilah yang menjadi bulan-bulanan.
Sumber :
- Kaspos.wordpress.com
- Otakku.com
- gudangtutorial.blogspot.com




Kategori ini berisi tentang artikel Edutainment. Termasuk berita-berita ringan tentang sejarah, humor dan berita unik tentang dunia sapi.






































































































































































































