Pemotongan Sapi Tradisional

Share
pemotongan sapi tradisional
Pemotongan sapi secara tradisonal adalah pemotongan sapi dengan metoda yang sangat sederhana dengan menggunakan peralatan  seadanya seperti  pisau pemotong dan tali.
Sebenarnya prinsipnya hampir sama dengan cara pemotongan yang lebih modern yaitu membuat sapi yang akan dipotong  tidak berdaya untuk mempermudah  proses pemotongan. Perbedaan yang utama adalah pada teknik untuk melumpuhkan sapi.

Pada pemotongan sapi secara tradisional, tekniknya adalah dengan mengikat seutas tali pada kaki bagian depan dan atau belakang kemudian ditarik dari arah yang berlawanan dengan posisi kaki tersebut. Apabila yang diikat adalah kaki kanan, maka tali akan ditarik dari sebelah kiri,demikian juga sebaliknya. Dengan perlakuan ini, sapi akan terjatuh, untuk selanjutnya akan dengan mudah dipotong.

Resiko yang ada dengan teknik pemotongan ini adalah, sapi tetap dapat meronta-ronta. Apabila tidak hati-hati, orang yang memotong akan mendapat cedera serius apabila terkena tendangan dari sapi yang akan dipotong ini.

Teknik pemotongan tradisional memang sudah dijalankan sejak jaman dahulu. Walaupun pemerintah telah  memberikan Prosedur Standar Operasional Pemotongan Sapi, praktek ini tetap dijalankan pada beberapa lokasi. Kerugian yang diakibatkan teknik pemotongan secara tradisional ini juga cukup banyak, seperti :

  • Kebersihan dari daging sapi yang dihasilkan tidak terjamin, karena teknik pemotongan tradisional tidak mengindahkan hygiene dan sanitasi. Tempat pemotongan biasanya hanya  ala kadarnya, bahkan pada beberapa tempat malah masih menggunakan alas berupa tanah, selain itu juga jarang sekali dibersihkan.
  • Daging sapi yang dihasilkan rawan tertular penyakit berbahaya, yang berasal dari peralatan pemotongan maupun tempat pemotongan.
  • Daging cepat membusuk karena energi sapi dalam bentuk glipogen habis digunakan  untuk menahan sakit. Jika kadar glipogen ini rendah dampaknya daging cepat rusak (membusuk).
  • Jarang sekali yang  memenuhi standar halal,  dan pada beberapa kasus, orang yang memotong malas menggunakan tali dan mencari jalan pintas dengan menyayat bagian kaki untuk memutuskan ototnya, dengan kondisi demikian sapi akan langsung terjatuh dan dapat dipotong.
  • Semua praktek-praktek diatas sesungguhnya tidak memenuhi azaz kesejahteraan ternak (animal welfare), yaitu suatu usaha untuk memberikan kondisi lingkungan yang sesuai bagi satwa sehingga berdampak ada peningkatan sistem psikologi dan fisiologi satwa, yang telah disyaratkan oleh pemerintah.

Sumber  :

  • poultryindonesia.com
  • Koranpdhi.com
  • ujecentre.com
  • newnigerianpolitics.com
  • wikipedia.org

Add comment


Security code
Refresh

Dukung Peternak Sapi Indonesia

Tweet Tentang Sapi

Kami Bangga Menjadi Peternak Sapi, Bagaimana Dengan Anda?

Iklan Baris Gratis

Jual Abon

Distributor dan Supplier yang menjual Abon Sapi, Abon Ayam dan abon ikan tuna dari merk: Ratu, Ratu dua, Permata, Kenari, Abadi, Pranspul, Reco, Super Reco, Super Elang. Melayani: Industri, Bakery... Read more

Komentar Terbaru

  • Pelatihan Gratis
    ada no telf/hp yg bisa dihubungi utk pelatihan gratis ini? dan pelajaran apa yg bs kami dpt kn? tks
  • Pelatihan Gratis
    Assalamualaikum wr.wb untuk mengikuti training ini kira-kira saya harus membayar berapa? soalnya kit...
  • Rantai Pasok Daging Sapi Di pa...
    kita punya ternak sapi tapi tidak tau tempat2 penjualan yang sesuai dengan harga sapi nya, dan bapak...

Konsultasi Gratis

Investasi Usaha

Pak, saya mau bertanya apakah ada peternakan atas nama PT. Transindo Jaya Komara ?. Belakangan ini b...

Read more