Sejarah Peternakan Sapi Perah di Pangalengan

Share
sejarah peternakan sapi perah  di pangalengan

Pangalengan adalah sebuah kecamatan  di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang terletak di sebelah selatan Kota Bandung.

Sejak dahulu kala, Pangalengan terkenal sebagai daerah pertanian, peternakan dan perkebunan seperti perkebunan teh dan kina yang dikelola oleh PTPN dan daerah penghasil susu sapi.

Di wilayah ini banyak sekali industri-industri yang mengolah susu sapi menjadi produk-produk makanan seperti :  permen susu atau sering disebut caramel, kerupuk susu, dodol susu, tahu susu,noga susu dll.


Ketenaran Pangalengan sebagai sentra  peternakan sapi perah , terjadi melalui  sejarah yang cukup panjang. Kisahnya dimulai pada awal abad ke 20, saat sejumlah pelarian perang Boer di Afrika Selatan,  datang ke daerah Bandung pada zaman Kolonial Belanda. Mereka mendirikan usaha diberbagai sektor, diantaranya mendirikan Dennish Bank (sekarang Bank Jabar),membuka perkebunan dan mengelola peternakan sapi perah , salah satunya di Pangalengan  (Baca : Balai Agung di Kota Bandung-Haryoto Kunto).

Saat itu, di Pangalengan sudah  terdapat beberapa perusahaan besar, seperti :


  1. De Friesche Terp (B. Vrijburg).
  2. Almanak.
  3. Van der Els. dan Big Man.


kantor De Friesche TerpPeternakan-peternakan ini adalah perusahaan yang dimiliki oleh orang Belanda dengan pekerja lokal. Sapi perah yang dipelihara ini didatangkan langsung dari belanda, dan diternakkan di wilayah sekitar danau Cileunca. Begitu banyaknya bibit sapi perah yang ada di daerah ini , hingga majalah Mooi Bandoeng sering menyebut wilayah di Pangalengan sebagai ‘Friesland in Indië (Friesland di Hindia)’.


Pada saat jepang masuk ke Indonesia, peternakan-peternakan ini berhenti beroperasi. Pada tahun 1959, sebagian perusahaan peternakan ini akhirnya di nasioanalisasi oleh Pemerintah Indonesia dengan keluarnya PP12/1959 tentang Penentuan Perusahaan Peternakan Milik Belanda.  Sedangkan sebagian ternak sapinya selanjutnya  dipelihara oleh  warga sekitar.


Tahun 1949 para peternak mendirikan koperasi susu pertama di Jawa Barat yang dinamakan Gabungan Petani Peternak Sapi Indonesia Pangalengan (Gappsip). Namun pada tahun 1961, Gappsip bubar karena tidak mampu menghadapi labilnya perekonomian Indonesia. Pada tahun 1969, dengan inisiatif pemerintah dan masyarakat, terbentuklah sebuah koperasi yang sekarang dikenal dengan nama KPBS (Koperasi Peternak Bandung Selatan).

Hasil susu dari peternak sapi perah, akan ditampung oleh KPBS, selanjutnya KPBS akan menyetorkan susu sapi ini
ke pabrikpengolahan susu. Uang yang terkumpul dari hasil penjualan susu tersebut  tidak langsung diberikan kepada peternak yang menyetor susu, tetapi diatur setiap awalbulan. Untuk memperoleh hasil yang lebih tinggi, sebagain dari susu yang dihasilkan oleh para peternak , diolah lagi menjadi makanan serti tersebut diatas.


Sumber : omdien.wordpress.com

Add comment


Security code
Refresh

Dukung Peternak Sapi Indonesia

Tweet Tentang Sapi

Kami Bangga Menjadi Peternak Sapi, Bagaimana Dengan Anda?

Iklan Baris Gratis

Jual Daging

Jual Daging sapi lokal / Import untuk sehari-hari maupun untuk usaha. Harga bersaing kualitas terjamin, dan halal. Klik aja ke www.kedaidj.biz.ly Read more

Komentar Terbaru

  • Pelatihan Gratis
    ada no telf/hp yg bisa dihubungi utk pelatihan gratis ini? dan pelajaran apa yg bs kami dpt kn? tks
  • Pelatihan Gratis
    Assalamualaikum wr.wb untuk mengikuti training ini kira-kira saya harus membayar berapa? soalnya kit...
  • Rantai Pasok Daging Sapi Di pa...
    kita punya ternak sapi tapi tidak tau tempat2 penjualan yang sesuai dengan harga sapi nya, dan bapak...

Konsultasi Gratis

Pembeli Sapi

Kami PT. Tossa Agro, pada awal tahun 2012 merupakan saat dimana kami siap menjual sapi jenis wagyu/s...

Read more