
Akan tetapi karena Sumini kurang begitu percaya dengan penglihatannya, potongan daging itu dimasukan kembali ke dalam wajan(ketel) untuk dicampur bumbu dan kelapa yang sudah diparut halus,kemudian dimasak. Ketika daging sedang dibolak-balik, potongan daging tersebut mencelat keluar dari panci. Namun kembali Sumini tidak berpikir jauh dan tetap melanjutkan pekerjaannya.
Setelah masakan matang, semua daging itu dipindahkan dari wajan kepiring besar. Sekali lagi potongan daging tersebut menarik perhatian Sumini, karena posisi daging yang bertuliskan Allah ini menempati tumpukan paling atas. Bahkan gambarnya pun menjadi lebih jelas dibandingkan pada saat daging belum dimasak.
Akhirnya Sumini tidak tahan dan menceritakan kejadian ini kepada suaminya, Dede. Oleh Dede, daging itu dicuci dengan air. Setelah dicuci, gambarnya kembali menjadi lebih jelas. Temuan itu akhirnya menyebar ke masyarakat, yang kemudian berbondong melihat daging itu kerumah Dede. Oleh Dede, akhirnya daging itu diserahkan ke rumah kepala desa setempat.
Sumber : mbah-marijan.org
Pak..kami adalah peternak sapi perah yang baru. Lokasi kami di daerah perkebunan kelapa sawit dan us...
Read more