
Pada hewan ternak sapi yang terkena penyakit ini , pada jaringan otaknya terdapat bahan infeksius yang baru dikenal dan disebut “prion” atau lebih lengkapnya disebut sebagai “prion protein”. Diduga prion yang menyebabkan BSE , dapat menular kepada manusia dan menyebabkan penyakit yang dalam istilah kedokteran disebut Subacute Spongiform Encephalopathy (SSE). Gejalanya berupa gangguan pergerakan anggota tubuh/kelumpuhan yang terjadi yang semakin lama semakin berat dan akhirnya menimbulkan kematian.
Penelitian mengungkapkan penyebab penyakit sapi gila adalah ketidaknormalan struktur molekul prion (PrP). Prion adalah molekul protein dengan bobot molekul 25 kDA dan tersusun atas sekitar 230 residu asam amino. Prion ini sangat tahan terhadap segala macam tingkat keasaman (pH), juga terhadap pendinginan atau pembekuan. Protein ini baru inaktif setelah dipanaskan dengan dengan otoklaf (alat pemanas dengan tekanan tinggi) pada suhu 134-138 derajat Celcius selama 18 menit. Untuk Otak sapi ternyata harus dimasak dengan suhu 1200 derajat untuk mematikan prionnya. Itu artinya dua kali lebih tinggi dari suhu ketika ketika kita menggoreng otak sapi dengan cara biasa.
Ketakutan akan penyakit sapi gila ini terjadi setelah ditemukannya kasus sapi gila di Washington, pada tanggal 23 Desember 2003. Akan tetapi, kenyataan ini ternyata tak membuat masyarakat di amerika takut menyantap hidangan favoritnya yaitu sandwich otak sapi.
Departemen Pertanian Amerika Serikat kabarnya akan mengeluarkan peraturan baru yang melarang penjualan otak ternak sapi selama 3 tahun atau lebih lama lagi. Larangan selama 3 tahun atau lebih ini, diberlakukan mengingat penyakit sapi gila memiliki karakteristik dengan masa inkubasi yang panjang hingga beberapa tahun. Inkubasi pada sapi dapat berlangsung antara tiga tahun hingga delapan tahun.
Larangan penjualan otak sapi ini kemungkinan besar akan mengalihkan perhatian konsumen ke hidangan pengganti yaitu otak hewan ternak lainnya. Tetapi, pada kenyataannya masyarakat di Amerika Serikat tidak tertarik untuk beralih ke otak hewan ternak lainnya karena otak hewan ternak yang lain berukuran lebih kecil dan rasanya kalah lezat ketimbang otak sapi yang mempunyai kelebihan dapat menyerap adonan bumbu hingga menyatu.
Terkait :
Sumber :
- ngobrolaja.com
- rossignol.cream.org
- faculty.washington.edu
- sand.wich.es
- johnvey.com
- medancity.com
- basecampearth.org
- prwatch.org
- Bongonews.com



















