Tulang sapi, mengandung silica, alumina, phospor dan material lain yang baik untuk menunjang pembuatan keramik. Tulang sapi juga tidak mengandung bahan kimia yang membahayakan kesehatan. Oleh sebab itulah, Roy Wibisono (35), seorang pengerajin keramik dari Semarang, memakai abu tulang sapi sebagai campuran untuk pembuatan keramik.
Roy Wibisono adalah pemasok kerajinan keramik untuk toko suvenir, hotel dan restoran di Indonesia maupun mancanegara. Harga produknya yang murah dan berkualitas membuatnya kewalahan memenuhi pesanan dari Amerika Serikat, Australia, dan Singapura.
Di workshop-nya, Roy bersama 6 karyawannya mampu menyelesaikan rata-rata 3.000 pesanan setiap bulan, walaupun keramik produksi Indonesia belakangan ini mulai tergusur keramik China yang murah. Padahal, secara kualitas keramik produk cina ini tidak sebanding dengan produk Indonesia.
Keramik produk Cina menggunakan bahan baku tanah liat yang dicampur dg PbO dari sel aki yang dihaluskan, kemudian ditambahkan borax. Setelah itu, untuk menghemat bahan bakar, keramik buatan cina ini hanya dibakar dengan temperatur rendah 900 derajat. Akibatnya, setelah beberapa waktu, keramik akan retak,mudah pecah dan muncul noda-noda seperti kopi yang sulit dibersihkan.
Pengetahuan Roy Wibisonso tentang keramik berawal sejak masa kuliah di Fakultas Teknik Kimia FMIPA Undip. Kemudian dtambah lagi dengan 3 tahun pengalaman bekerja di sebuah pabrik keramik, dan satu tahun lebih belajar seni di Australia.
Menurutnya, kerajinan keramik adalah paduan dari art (seni) dan teknologi. Seni berarti bagaimana membentuk sebuah karya yang menarik, sedangkan teknologi berarti bagaimana membuat formula yang tepat dan efisien.
Pupuk organik berasal dari kotoran sapi, kotoran ayam,kotoran kambing yang sudah difermentasi ditambah dengan Blotong dan Mixtro C.Organik 12% dan C/N Ratio 10-25 Hubungi : YONGY R YUDHA,SE E-mail:... Read more
Pak..kami adalah peternak sapi perah yang baru. Lokasi kami di daerah perkebunan kelapa sawit dan us...
Read more