TRANSLATE

Cara Penanganan Sapi Bunting dan Pedet

Usaha pembibitan sapi potong yang dipelihara secara tradaisional, produktivitas masih rendah, sehingga berpengaruh terhadap pendapatan peternak. Penyebabnya adalah peternak kurang memperhatikan pakan dan perawatan pada induk yang bunting, melahirkan, hingga  menyusui,  serta cara penyapihan pedet yang kurang tepat.

1.Perlakuan Pada Induk Sebelum Beranak

  1. Minimal 6 minggu sebelum induk sapi beranak , pada sapi perah harus sudah dikeringkan,  yaitu masa istirahat ambing alias berhenti memerahan susu sapi dan biasanya berlangsung setelah umur kebuntingan mencapai 7 bulan.
  2. Beri pakan yang cukup dan kualitas terbaik. Jika tidak dilakukan maka tubuh induk sapi akan semakin kurus karena akan menggunakan cadangan nutrisi dari tubuhnya untuk keperluan pertumbuhan anaknya. Induk yang kurang makan juga akan mengalami banyak permasalahan saat beranak dan produksi susu tidak akan mencukupi untuk membesarkan anaknya.
  3. Untuk mencegah diare pada pedet yang baru lahir, 4 – 6 minggu sebelum bersalin lakukan vaksinasi diare pada induk yang sedang bunting tua. Ulang kembali satu bulan sebelum bersalin.
  4. Siapkan kandang beranak berukuran 50 – 60 m2 dengan penerangan yang cukup, sirkulasi udara yang baik dan bebas debu. Induk dapat juga bersalin di luar kandang asalkan tidak terdapat gangguan angin yang kencang. 
  5. Siapkan induk yang akan beranak,  dalam kondisi bersih dan kering
  6. Siapkan kandang untuk beranak dengan car diberi bantalan dari hamparan jerami atau serbuk gergaji.

 

2. Perlakuan Pada Pedet Yang Baru Lahir

  • Induk harus segera bisa menjilati pedetnya sampai bulunya mengering. Jika tidak,  gunakan kain kering atau handuk untuk membersihkan semua lendir yang berada hidung (agar bisa bernafas dengan lancar), dimulut dan hidung, termasuk yang ada pada tubuhnya. Tujuannya untuk merangsang sirkulasi darah.
  • Beri pernapasan buatan bila pedet tidak bisa bernapas.
  • Potong tali pusar sepanjang 10 cm, kemudian sebelum diikat, olesi dengan  iodine tincture untuk mencegah infeksi.
  • Usahakan pedet segera dapat menyusu pada induknya.  Dengan cara tidak memisahkan induk dengan  dan pedetnya.  
  • Apabila pedet tidak dapat menyusu pada induknya, lakukan pemerahan susu kolostrum dari induk sebanyak mungkin untuk diberikan pada pedetnya paling lambat 30 menit setelah lahir.
  • Susu kolostrum terus diberikan selama 24 jam, dengan interval pemberian antara dua sampai tiga kali dengan jumlah sekitar 1 liter per pemberian. Untuk hari-hari berikutnya, selama tiga hari berikan kolostrum 4 – 6 liter/hari dalam tiga kali pemberian (1.5 – 2 liter /pemberian).
  • Segera bersihkan ambing dan puting induk pasca beranak dengan menggunakan air hangat.

 

3.Perlakuan Pada Pedet Umur 1 – 12 Minggu

  • Setelah pedet berumur tiga sampai dengan empat hari, dapat diberikan pemberian susu pasca kolostrum. Namun pemberiannyadibatasi, hanya  8 – 10 % dari bobot badan pedet. Sebagai contoh pada pedet yang memiliki bobot badan 50 kg, dapat diberikan air susu dengan jumlah pemberian 4 – 5 liter/ekor/hari.
  • Pemberian susu diberikan secara bertahap, dengen interval pemberian dua hingga tiga kali per hari.
  • Jumlah air susu yang diberikan dapat terus meningkat sampai umur pedet berumur 28 minggu, dengan disesuaikan bobot badan sapinya. Namun interval pemberiannya dikurangi, yaitu mulai dua kali sehari, hingga dilakukan penyapihan pedet.
  • Hindari memmberikan susu secara berlebihan dan berganti-ganti waktu secara mendadak, karena dapat memperlambat penyapihan, mengurangi konsumsi bahan kering dan mengakibatkan diare.
  • Jangan berikan air susu dari induk sapi yang mengandung darah, karena pedet bisa terkena infeksi.

 

4. Perlakuan Pada Pedet Umur 3-4 hari

Setelah lahir, pedet jangan langsung dipisahkan dari induknya agar dapat memperoleh kolostrum sepenuhnya. Setelah  3-4 hari, pedet baru dapat ditempatkan di dalam kandang pembesaran.

Sebaiknya satu kandang untuk satu pedet. Beri lapisan jerami atau serbuk gergaji yang tetap dijaga kebersihan dan kekeringannya serta diganti setiap pedet tersebut dipindahkan/dikeluarkan dari kandangnya.

Pedet yang lahir dalam kondisi sehat serta induk sehat di satukan dalam kandang bersama dengan induk, diberi sekat agar pergerakan pedet terbatas. Untuk pedet yang sakit, pisahkan  dari induknya.  Rawat sampai sembuh sehingga pedet siap kembali di satukan dengan induk atau induk lain yang masih menyusui. Selama  perawatan, berikan susu  sesuai dengan umur dan berat badan pedet.

Berikan susu secara tidak terbatas, , agar nutrisinya terpenuhi.

 

5.Cara Memberikan Pakan Awal Untuk Pedet 

Pemberian pakan ini untuk membiasakan pedet agar dapt mengkonsumsi pakan padat dan untuk  mempercepat proses penyapihan (penghentian pemberian air susu) yang  dapat dilakukan apabila pedet sudah bisa konsentrat calf starter 0.5 – 0.7 kg kg/ekor/hari atau pada bobot pedet 60 kg atau sekitar umur 30-60 hari.

Tolak ukur kualitas calf starter yang baik adalah dapat memberikan pertambahan bobot badan 0.5 kg/hari dalam kurun waktu delapan minggu.

kualitas calf starter yang dipersyaratkan : protein kasar 18 – 20%, tdn 75-80%, ca dan p, 2 banding 1, kondisi segar, palatable, craked.

 

6.Cara Memberikan Pakan Hijauan Untuk Pedet

Karena pakan hijauan belum dapat dicerna secara sempurna dan belum memberi andil dalam memasok zat makanan, pemberian kepada pedet yang masih menyusu hanya untuk memperkenalkan saja untuk merangsang pertumbuhan rumen .

Dapat dilakukan sejak pedet berumur dua hingga tiga minggu. berikan rumput yang berkualitas baik dan bertekstur halus.

Jangan memberikan silase pada pedet karena pencernaannya belum bisa mengolah  asam yang banyak terdapat dalam silase.

Konsumsi hijauan bisa diperbanyak setelah pedet memasuki fase penyapihan.

 

Sumber :

  • kementrian pertanian balai embrio ternak,
  • loka penelitian sapi potong, grati-pasuruan, 2013. juknis pemeliharaan dan penyapihan pedet sapi potong,

 

Jadwal Pertunjukan Kesenian Tradisional Terdekat Di Minggu Ini

Informasi lengkap tentang jadwal pertunjukkan kesenian tradisional di seluruh Indonesia, dalam bentuk aplikasi tidak tidak hanya GRATIS, tapi juga sederhana dan mudah digunakan karena dikelompokkan… Baca selengkapnya...