RAGAM INFORMASI

TENTANG DUNIA PERSAPIAN

Dibuat Dari Daging Kerbau Kemudian Dijual Sebagai Bakso Sapi, Adalah Bentuk Ketidakjujuran

Berbisnis pastinya memiliki tujuan agar bisa menghasilkan keuntungan. Namun yang harus diingat, cara memperoleh profit tersebut harus mengedepankan kejujuran. Selain membawa berkah, jujur adalah modal utama agar pelanggan atau klien tertarik dengan bisnis yang ditawarkan. Oleh karena itu, jangan sesekali melakukan aksi curang dalam menjalankan usahanya, karena akan berdampak sebagai berikut:

  • Tidak Berkah; Uang hasil jerih parahnya tak mendapat rida dari Sang Pencipta. Selain tidak membawa manfaat, juga menimbulkan perasaan selalu khawatir karena takut ketahuan.
  • Bisa Menjadi Aib; Yang pada akhirnya menghancurkan nama baik yang ujung-ujungnya menjadi penderitaan.
  • Kehilangan Kepercayaan; Sebab hanya dengan berlaku jujur, orang lain akan respek dan mau menjadi relasi bisnis atau konsumen.

Hal tersebut diatas berlaku disegala bidang usaha, termasuk para pebisnis yang bergerak di pengolahan daging seperti bakso, sosis  dan aneka produk berbahan dasar daging lainnya.

Jika berbicara tentang daging sapi, Mereka inilah yang sesungguhnya menginginkan impor daging kerbau sebagai pengganti daging sapi lokal yang harganya mahal. Dan ketika sudah mendapatkan kemudian mengolahnya, mereka menjualnya sebagai Bakso Sapi. Tentu saja sangat merugikan masyarakat, yang kini sudah mulai menuntut adanya transparansi dari produk-produk olahan termasuk daging.

Tidak hanya itu, impor daging kerbau juga merugikan peternak sapi. Sejak impor daging kerbau beku dibolehkan (2016), telah menggeser kontribusi daging sapi lokal di beberapa tempat. Akibatnya, terjadi penurunan pemotongan sapi lokal di rumah pemotongan hewan (RPH).

Hasil dari sebuah kajian menyebutkan, impor daging kerbau asal India hanya menguntungkan peternak di India dan pelaku tata niaga daging. Bukan memenuhi tujuan awal dari impor daging kerbau beku, yaitu menurunkan harga daging sapi. 

Dampak lainnya yang sangat mengkhawatirkan adalah, para peternak tidak lagi bergairah memelihara sapi karena semakin tidak bisa diandalkan sebagai sumber pendapatan. Saat ini, yang paling memungkinkan hanya penjualan pada hari raya kurban yang hanya terjadi satu kali setiap tahun.

Padahal, sesuai dengan Undang-undang yang berlaku,  pemerintah pusat dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya wajib untuk melindungi usaha peternakan dalam negeri dari persaingan tidak sehat di antara pelaku usaha. Dan pemasukan ternak dan produk hewan dari luar negeri ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dengan memperhatikan kepentingan peternak.

Sangat jelas bahwa Pemerintah harus berupaya memberikan perlindungan terhadap peternakan rakyat dari serbuan komoditas impor. Realitanya pemerintah malah  menugaskan Bulog untuk berpihak kepada konsumen, dengan memerintahkan penjualan daging kerbau beku asal india dengan harga murah. Kebijakan harga ini seolah-olah ingin meyakinkan konsumen bahwa daging kerbau akan mampu menurunkan harga daging sapi di dalam negeri.

Dalam kaitan dengan impor daging kerbau tersebut, pemerintah sebaiknya memasarkan daging tersebut kepada industri pengolahan daging saja. Bukannya ke konsumen rumah tangga di pasar-pasar tradisional secara terbuka di seluruh Indonesia yang akhirnya mengganggu keberadaan daging sapi.

Kondisi tersebut pada gilirannya akan menyebabkan ketergantungan terhadap impor daging kerbau beku dan tidak berkembangnya usaha peternakan sapi di dalam negeri.

Semoga bisa segera ada solusi....

 

Sumber: ekonomi.bisnis.com

Cara Memasak Daging Wagyu Yang Benar

Para penggemar daging pasti punya pilihan masing-masing soal hidangan wagyu. Tidak ada peraturan tertulis tentang tata cara memasak daging wagyu yang benar, sehingga setiap orang bebas mengolah daging sapi khas Jepang ini sesuai selera. Tetapi, bagaimana ya kalau menurut pendapat tukang masak profesional? Baca selengkapnya...

“Pati Keras Lur Ora Sapi Ora Rabi”

Kabupaten Pati merupakan salah satu kabupaten dengan penyumbang sapi peranakan ongole berkualitas. Sapi berpunuk yang juga dikenal dengan sebutan sapi PO ini dikenal mampu berdaptasi terhadap berbagai kondisi lingkungan. Tidak hanya Ongole, kualitas sapi-sapi jenis lain yang ada di Pati juga tergolong baik. Sebagai bukti, dapat dilihat di tiga pasar hewan yang ada di Kabupaten Pati yang bisa dijadikan referensi bagi para calon pembeli. Baca selengkapnya...

Coba Bunyikan Klakson Telolet 4 Corong Di Peternakan Sapi, Apa Yang Akan Terjadi ?

“Om Telolet Om”, istilah ini mendadak tenar di dunia maya. Bahkan pada hari Rabu tanggal 21 Desember 2016 yang lalu, “Om Telolet Om” menjadi trending topik dunia di akun media sosial Twitter. Telolet sejatinya adalah bunyi suara klakson telolet 4 corong yang dipasang pada bis malam. Sedangkan “Om Telolet Om” adalah sebuah kode bagi supir bis untuk membunyikan klakson mobilnya yang berbunyi "Telolet Telolet". Baca selengkapnya...

Cara Tepat Mengolah Daging Sapi Agar Kolesterol Darah Tak Meningkat

Bagi anda yang memiliki permasalahan kadar kolesterol darah yang tinggi, mungkin banyak yang sudah membatasi konsumsi makanan tertentu, termasuk daging merah seperti daging sapi. Tips dan trik kali ini membahas tentang cara mengolah daging sapi, agar tidak terlalu banyak mengandung kolesterol sehingga tetap aman dikonsumsi. Baca selengkapnya...

Memasak Susu Sapi Murni Agar Tidak Pecah, Ternyata Ada Triknya

Buah hati kita yang masih bayi seringkali harus diberikan susu untuk mencukupi nutrisinya dan menjaga tumbuh kembangnya. Namun, seringkali memang kita sudah menyediakan susu namun terlambat disajikan untuk si kecil karena berbagai alasan seperti misalnya si kecil yang sudah terlanjur tertidur. Untuk hal ini banyak orang tua yang kemudian memutuskan untuk memanaskan kembali susu sapi namun takut apabila susu tersebut menjadi pecah. Belum lagi bayang bayang bahwa susu sapi akan rusak apabila… Baca selengkapnya...